Keindahan Syurga

Posted: 21 Oktober 2010 in Umum

Kenikmatan-kenikmatan Syurga (dalam Al-Qur’an)

Dikutip dari buku: Min Muqawimat Nafsiyah Islamiyah.

a.         Kenikmatan berupa pakaian
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (Al-Hijr, 22:23) 
Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal,  berhadap-hadapan, (Ad-Dukhaan, 44:53)
Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (Al-Insan, 76:21)

b.         Kenikmatan berupa makanan dan minumanan
Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (Al-Waaqi’ah, 56: 20-21)
Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun , dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, (Al-Waaqi’ah, 56: 28-32)
Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak , laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni Itu adalah dari tasnim, mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. (Al-Muthaffifin, 83: 25-28)
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas  yang campurannya adalah air kafur , mata air  yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. (Al-Insan, 76: 5-6)
Dan naungan  dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (Al-Insan, 76: 14)
Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas  yang campurannya adalah jahe. sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. (Al-Insan, 76: 17-18)
Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (Al-Insan, 76: 21)
Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. (Az-Zukhruf, 43:73)
Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman  (44: 55)
Dan  buah-buahan dari  yang mereka ingini. (Al-Mursalat, 77:42)
Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Ar-Rahman, 55: 50-53)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat  dari dekat. (Ar-Rahman, 55: 54)

c.         Kenikmatan berupa pasangan hidup
Demikianlah.  Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (Ad-Dukhaan, 44:54)
Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (Al-Waaqi’ah, 22-23)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka  dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. (56-35-37) mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (At-Thuur, 52:20)
Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka , dan tidak pula oleh jin. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (Ar-Rahman, 55:56-58)

d.        Kenikmatan berupa pelayan   
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda (Al-Waaqi’ah, 56:17)
Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. (Al-Insan, 76:19)

e.         Kenikmatan berupa perkakas ...
Sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (Al-Hijr, 15:47)
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala ...(Az-Zukhruf, 43:71)
Mereka  di atas dipan-dipan sambil memandang. (Al-Muthaffifin, 83:23)
Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, (Al-Waaqi’ah, 56:18)
Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. (Al-Waaqi’ah, 56:15-16) dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (Al-Waaqi’ah, 56:34)
Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak, dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar. (Al-Ghasyiyah, 88:13-16)
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. (Ath-Thuur, 52:20)
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat  dari dekat. (Ar-Rahman, 55:54)

f.          Kenikmatan berupa suhu udara yang sedang 
Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya  matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. Dan naungan  dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. (Al-Insan, 76: 13-14)

g.         Kenikmatan berupa perkara-perkara yang diinginkan 
   Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap mata dan kamu kekal di dalamnya". (Az-Zukhruf, 43:71) 
Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan . Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri  apa yang mereka sukai . (An-Nahl, 16:57)
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh  di dalamnya apa yang kamu minta. (Fushshilat, 41:31)
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam meni'mati apa yang diingini oleh mereka. (Al-Anbiya’, 21:101-102)

 

 

Hadits

Rosulullah bersabda, bahwa Allah berfirman: Aku sediakan untuk hamba- hambaKu yang shalih sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak terbesit dalam hati manusia. Bukti kebenaran itu terdapat dalam Alquran. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (H.R Bukhari Muslim).

Diceritakan pula bahwa seorang hur (bidadari) akan mengenakan 70 pakaian. Sekalipun begitu, betis mereka tetap dapat dilihat. Tubuh mereka berkilauan laksana gemerlap merah delima. Abdullah bin Mas’ud berkata, bahwa ia mendengar Rosulullah saw bersabda: ‘Cahaya akan bersinar di surga dan orang-orang akan bertanya-tanya. Apakah gerangan itu?’ Akan dikatakan kepada mereka, bahwa cahaya itu memancar dari gigi seorang bidadari yang sedang tertawa manis sambil duduk di hadapan suaminya.

Para penghuni Surga diberi nama hur al-‘ain. Hur : artinya warna yang terang, dan ‘ain : artinya kehitaman. Karena hitamnya mata mereka akan benar-benar hitam. Dan kulit mereka itu terang (putih jernih). Rosullullah saw bersabda: Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga itu bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang terang-benderang di langit. Masing-masing mereka berpasangan 2 orang yang sumsum betisnya terlihat dari dalam daging, dan di dalam surga tidak ada seorang pun yang tidak berpasangan. (HR Bukhari Muslim).

Disebutkan dalam as-Shohihain (Riwayat Bukhori dan Muslim) : “Jibril membawaku (Nabi Muhammad saw) pergi hingga berhenti di Sidrotil Muntaha, maka Sidrotil Muntaha itu diliputi warna-warni yang aku sendiri tidak mengetahui apa itu. Lalu beliau bersabda, “Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya bertahtakan mutiara. Tanahnya dari misik yang terbaik, pasirnya dari intan dan mutiara, serta debunya dari Za’faran”.

Tapi sebenarnya bukan itu kenikmatan yang sebenarnya. ‘Kenikmatan Syurga yang sebenarnya’ adalah: ‘Saat kita bisa melihat Allah secara langsung’. Ini adalah sebuah kehormatan yg maha besar, karena para nabi pun ketika di dunia tidak memiliki kesanggupan memandang wajah Allah Azza wa Jalla. Allah yang menciptakan kita, keindahan Surga, dan Kecantikan bidadari yang ada didalamnya. Zat yang Maha Indah lagi Maha Mulia dari segalanya. Dengan melihat Allah, berarti kita telah melihat suatu keindahan dan kenikmatan yang tiada tara, itulah ‘Kenikmatan Surga yang Sesungguhnya’.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah pernah ditanya seseorang : “Wahai Rasulullah, apakah kita bisa memandang Rabb ?” Beliau menjawab: “Apakah ada yang menghalangi pandangan kalian terhadap rembulan pada malam purnama ketika tidak terhalang awan?”. “Tidak”. Jawab orang itu. Beliau bersabda: “Begitu pula kalian memandangNya pada hari Kiamat”.

Dari Abu Hurairoh ra, bahwa Rasulullah bersabda : ‘Perbanyaklah meminta surga kepada Allah dan mintalah perlindungan kepadaNya dari neraka. Karena keduanya bisa member syafaat (pertolongan) dan permohonan syafa‘atnya diterima. Sesungguhnya jika seorang hamba memperbanyak meminta surga kepada Allah, maka surga berkata: “Ya Tuhanku, hambaMu ini memintaku kepadaMu, maka tempatkanlah ia didalamku”. Dan neraka berkata, “Ya Tuhanku, hambaMu ini meminta perlindungan kepadaMu daripadaku, maka lindungilah ia daripadaku”.

 

  1. Pengen Masuk Surga…???

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali Imran:133-134)

Dari dua ayat tersebut saya ambil kesimpulan, kalau mau jadi orang bertakwa yang dijanjikan kepada mereka dua hadiah istimewa yakni ampunan Allah dan surga yang seluas langit dan bumi maka kita harus dapat mengerjakan tiga amalan ini:

  1. Berinfak di waktu lapang dan sempit; (dilipat gandakan 10-700 kali lipat)
  2. Menahan amarah; (la taghdob walakal jannah)
  3. Memaafkan kesalahan orang. (cerita sahabat Rosululloh yg dijamin masuk syurga)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s